Memperkenalkan amphora: kemasan kuno

Di dunia kuno, amphorae—bejana tanah liat bergagang dua yang khas—merupakan alat perdagangan yang penting. Ukurannya berkisar dari lima hingga delapan puluh liter dan berfungsi sebagai wadah untuk minyak, anggur, madu, zaitun, acar sayuran, dan carom favorit Romawi, kecap modern dalam masakan Asia.

Dirancang dengan dasar sempit, kapal ini dirancang untuk pengiriman. Desainnya memungkinkan mereka untuk berdiri dan menumpuk ke samping, mengoptimalkan penyimpanan on-board. Kapal besar bisa membawa puluhan ribu amphorae.

Kedua pegangannya memudahkan penanganan dan namanya berasal dari bahasa Yunani kuno.

Dari Inventaris ke Kehancuran: Peran Amphora yang Tidak Stabil

Sejalan dengan kemasan sekali pakai modern, amphorae berfungsi sebagai wadah sekali pakai di zaman kuno.

Setelah dibongkar di pelabuhan, mereka memenuhi perannya dan dibuang atau digunakan kembali, menggantikan semuanya mulai dari toilet hingga bahan konstruksi ringan.

Kapal-kapal tersebut memiliki tanda asal, berat, isi dan detail pengapalan.

Amphorae minyak zaitun membentuk tumpukan besar seperti Monte Testaccio hari ini di Roma. Lebih dari lima puluh juta fragmen tersisa, memberikan banyak informasi kepada para arkeolog.

Fragmen-fragmen ini mengungkap wawasan tentang rute perdagangan kuno, kebiasaan makan, dan perdagangan yang menjangkau jauh. Jejak bahkan menunjukkan ekspor ke tempat-tempat yang jauh seperti India dan Ethiopia.

Arkeolog Jerman Heinrich Dressel menemukan metode untuk mengevaluasi fragmen di Monte Testaccio, mengklasifikasikan lebih dari empat puluh jenis amphora berdasarkan bentuk, prasasti, dan isinya. Klasifikasi terkenal yang dia buat termasuk “Tressel 20” untuk wadah minyak Spanyol yang bulat, dan beberapa masih digunakan.

Karyanya menjelaskan penggunaan historis dan asal usul kapal-kapal ini.

Melestarikan Masa Lalu: Catatan Perhatian untuk Penggemar Amphora

Sementara amphorae berlimpah di laut dan bangkai kapal di Turki, Spanyol, dan Yunani, ada kata peringatan: Biarkan mereka tidak tersentuh.

READ  Para peneliti kentang transgenik tidak lagi peduli di tengah penghentian pendanaan USAID. Reporter

Menghapus atau mengekspor monumen bersejarah ini bertentangan dengan hukum dan dapat mengakibatkan konsekuensi yang berat. Kasus-kasus baru-baru ini telah menggarisbawahi konsekuensi hukum, karena memiliki potongan-potongan itu dapat menyebabkan denda yang besar dan hukuman penjara.

Dunia amphorae kuno terus mengungkap rahasianya, mulai dari peran mereka sebagai wadah perdagangan yang efisien hingga pengaruhnya yang bertahan lama pada penelitian sejarah.

Saat para arkeolog dengan cermat menyatukan masa lalu, kapal-kapal tanah liat ini tetap menjadi saksi bisu dari ramainya rute perdagangan dan praktik zaman kuno.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *