Kota Addis Ababa akan mengontrak layanan-layanan utama kepada “sektor swasta”, terutama yang berhubungan dengan pertanahan

Gedung Administrasi Kota Addis Ababa (Foto: SM)

Borgena

Pemerintah kota Addis Ababa akan mengontrak dua puluh empat pemberian layanan di tujuh sektor. Seperti yang dikatakan Tassew Gebre dalam wawancara dengan Voice of America Amharic Service, keputusan tersebut bertujuan untuk meningkatkan penyampaian layanan publik. Keputusan itu diambil di tingkat Kabinet.

Layanan outsourcing sebagian besar berkisar pada kegiatan yang berhubungan dengan pertanahan. Pemerintah bermaksud menerapkan perubahan-perubahan ini untuk mengurangi pengeluaran pemerintah dan mengekang praktik tata kelola yang buruk di sektor-sektor tersebut.

Tassew Gebre menyebutkan tujuh divisi pemerintahan kota yang rencananya akan dikontrak:

  • Otoritas Perizinan dan Konstruksi Bangunan
  • Biro Pembangunan dan Administrasi Perumahan
  • Badan Pengawas Obat dan Makanan
  • Badan Pendaftaran Tanah
  • Kantor Transportasi
  • Perusahaan Perumahan
  • Kantor Pengembangan dan Administrasi Pertanahan

Selain pertanyaan mengenai kelayakan investasi, terdapat kekhawatiran mengenai keadilan dan transparansi transisi ke sektor swasta ini, terutama mengingat meluasnya korupsi di berbagai tingkat pemerintahan. Tassew Gebre mengatakan kepada VoA Amharic bahwa proses tersebut akan menjaga “transparansi”, meskipun batas waktu pasti untuk pengalihan layanan tersebut tidak diungkapkan.

Kekhawatiran mendesak lainnya adalah mengenai nasib pegawai negeri sipil di sektor-sektor ini. Gebre menegaskan, perusahaan swasta yang mengambil kontrak dari Pemprov DKI akan menyerap seluruh pegawainya. Namun, tidak jelas apakah pemerintah kota akan tetap memiliki wewenang mengatur perusahaan-perusahaan ini setelah pengalihan tersebut.

Yang terpenting, terdapat perubahan kebijakan yang didorong oleh politik di tingkat pemerintahan kota yang bertujuan untuk mengubah struktur populasi Addis Ababa. Masih harus dilihat apakah usulan privatisasi layanan kota terkait pertanahan tidak mempunyai motif politik tersembunyi.

Tren neoliberal semakin mendalam di “perekonomian dalam negeri” Ethiopia.

Di bawah pemerintahan Abi Ahmed, tren privatisasi muncul sejak dini. Awalnya, sebuah komite konsultatif yang terdiri dari tokoh-tokoh nasional terkemuka dibentuk untuk memberikan legitimasi terhadap inisiatif privatisasi ini. Namun, Abi Ahmed dengan cepat mengesampingkan dewan direksi dan mulai menjual aset nasional, termasuk saham di Ethio Telecom milik negara. Menurut beberapa sumber, Perusahaan Jasa Pengiriman dan Logistik Ethiopia dan pabrik gula juga akan dijual.

READ  Walikota San Francisco menemukan kota kaca di Haifa

Dalam pidatonya baru-baru ini di hadapan pejabat partai dan pemerintah, Abiy Ahmed mengungkapkan rencana untuk melepaskan 10 persen sahamnya di EthioTelecom kepada warga Etiopia, dan Ethiopian Airlines berencana untuk mengikutinya pada waktu yang tidak ditentukan. Di tengah konflik yang sedang berlangsung di wilayah Amhara dan wilayah lain di negara tersebut, kenaikan tingkat inflasi telah merenggut jutaan nyawa, dan ditambah dengan meningkatnya utang, pemerintahannya diperkirakan sedang menghadapi krisis keuangan. Namun demikian, pemerintahannya memprioritaskan proyek istana senilai $15 miliar di ibu kota dan menolak mengungkapkan di parlemen dari mana dana untuk proyek tersebut berasal. Spekulasi tersebar luas tentang kemungkinan penjualan sebagian Ethiopian Airlines.

Meskipun pemerintah mengedepankan kebijakan ekonomi yang bersifat “domestik”, kenyataan praktisnya menunjukkan adanya kepatuhan yang mendalam terhadap kebijakan ekonomi neoliberal di Ethiopia. Pemerintahan Ahmed memelihara hubungan dekat dengan IMF dan Bank Dunia, sehingga menimbulkan keraguan mengenai lembaga-lembaga Bretton Wood yang mendanai “model ekonomi yang tumbuh dalam negeri”.

__

Bergabunglah dengan saluran Telegram kami: t.me/borkena

Itu seperti perang Facebook

Direktori Bisnis / direktori Buat daftar!

Bergabung dalam percakapan. Ikuti kami di Twitter @zborkena Dapatkan yang terbaru Berita Ethiopia Terus memperbarui. Langganan Saluran Youtube Untuk berbagi atau mengirimkan informasi, kirim email ke [email protected]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *