Tok! Hari Ini Permenhub Pesepeda Terbit, Ini Aturannya

Infocarfreeday (18/9) – Tren bersepeda di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir terus melonjak. Banyak warga kini beralih pada sepeda untuk berolahraga, maupun untuk menunjang mobilitas sehari-hari. Bukan hanya di perkotaan, tapi di perkampungan juga ramai pesepeda, dari anak-anak sampai orang tua, semua tengah gandrung bersepeda. Namun demikian, setiap pesepeda diimbau melengkapi diri dengan perlengkapan keselamatan dan selalu mematuhi rambu lalu lintas.

Terkait hal itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan. Peraturan yang ditandatangani pada 14 Agustus 2020 tersebut diterbitkan guna mewujudkan tertib berlalu lintas dan menjamin keselamatan pengguna sepeda di jalan.

Melansir dari kompas.com, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiadi mengatakan akan menggelar konferensi pers terkait aturan pesepeda tersebut pada hari ini, Jumat (18/9).

Berikut petikan beberapa pasal dari Permenhub Nomor 59 Tahun 2020:

Pasal 2 mengatur kelengkapan sepeda yang beroperasi di jalan harus memenuhi persyaratan keselamatan yang meliputi:
1. Spakbor.
2. Bel.
3. Sistem rem.
4. Lampu.
5. Alat pemantul cahaya berwarna merah.
6. Alat pemantul cahaya roda berwarna putih atau kuning.
7. Pedal.

Selain kelengkapan alat penunjang keselamatan yang wajib dilengkapi, sepeda yang dioperasikan di jalan juga harus berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Ketentuan kelengkapan di Pasal 2 tersebut dijabarkan pada Pasal 3, yaitu:
1. Spakbor yang dimaksud adalah mampu mengurangi percikan air kea rah belakang dan memiliki lebar paling sedikit sama dengan telapak ban.
2. Bel berfungsi menghasilkan bunyi, baik bersumber dari listrik maupun getaran.
3. System rem merupakan rangkaian untuk memperlambat dan menghentikan laju sepeda.
4. Rem paling sedikit dipasang pada roda penggerak sepeda sesuai besarnya beban.
5. Lampu yang dimaksud adalah alat memancarkan cahaya yang dipasang secara permanen, maupun sementara di bagian belakang dan depan sepeda.
6. Alat pemantul cahaya berwarna merah dipasang di antara rak bagasi dan spakbor pada ketinggian 35 cm sampai 90 cm di atas permukaan jalan atau di bawah sadel.
7. Alat pemantul cahaya roda berwarna putih atau kuning dipasang di jari-jari sepeda pada kedua sisi roda.
8. Pedal digunakan sebagai alat kayuh untuk menggerakan laju sepeda.
9. Pedal harus dilengkapi alat pemantul cahaya berwarna merah atau kuning pada bagian atas dan bawah permukaannya.

Pasal 6 berisi ketentuan bagi Pesepeda, yakni:
1. Pada kondisi malam hari, pesepeda menyalakan lampu dan menggunakan pakaian dan atau atribut yang dapat memantulkan cahaya.
2. Menggunakan alas kaki.
3. Mengikuti ketentuan perintah dan larangan khusus sepeda.
4. Menggunakan sepeda secara tertib dengan memperhatikan keselamatan pengguna jalan lain.
5. Memberikan prioritas pada pejalan kaki.
6. Menjaga jarak aman dari pengguna jalan lain.
7. Membawa sepeda dengan penuh konsentrasi.
8. Pesepeda juga dapat menggunakan alat pelindung diri berupa helm.

Pada Pasal 8, diatur sejumlah larangan bagi para pesepeda, di antaranya:
1. Dengan sengaja membiarkan sepeda ditarik oleh kendaraan bermotor dengan kecepatan yang membahayakan keselamatan.
2. Mengangkut penumpang, kecuali sepeda dilengkapi dengan tempat duduk penumpang di bagian belakang sepeda.
3. Menggunakan atau mengoperasikan perangkat elektronik saat bersepeda.
4. Menggunakan payung saat bersepeda.
5. Berdampingan dengan kendaraan lain.
6. Bersepeda dengan berjajar lebih dari 2 sepeda.

(Ojan iCFD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *