Lomba Lari Di ‘Fase Adaptasi Kebiasaan Baru’, Jakmar Simulasi RPC

JAKARTA (18/7) Infocarfreeday – Pandemi Covid-19 yang merebak sejak Januari lalu telah memukul kelangsungan bisnis berbagai industri, tak terkecuali industri wisata olahraga (sport tourism), khususnya ajang lomba lari yang tengah digandrungi masyarakat dunia dan Indonesia. Tak pelak, sederet ajang lomba lari dunia dan nasional pun harus tertunda, bahkan membatalkan gelarannya.

Sampai saat ini belum ada yang bisa memastikan kapan aktivitas wisata olahraga, khususnya lomba lari ini bisa kembali digelar. Tetapi, ada satu asa yang bisa membuat pecinta olahraga lari bernafas lega, yakni pernyataan Presiden RI, Bapak Joko Widodo yang menyatakan bahwa, “Kita sudah harus bisa hidup berdampingan atau berdamai dengan virus COVID-19”.

Oleh karena itu, kendati pandemi masih mendera, Indonesia tengah berupaya membuka kembali sejumlah aktivitas industri wisata, termasuk di antaranya membuka sektor wisata olahraga dengan menerapkan protokol kesehatan.

”Protokol kesehatan harus diterapkan, baik itu pada pelaksanaan prakegiatan, saat berkegiatan, maupun pasca kegiatan. Hal ini supaya tempat pelaksanaan kegiatan itu tidak menjadi kluster baru penyebaran pandemi corona,” ungkap Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali dalam seminar daring bertema ”Potensi Olahraga Petualangan dan Tantangan bagi Wisata serta Perekonomian di Indonesia dalam Fase Adaptasi Kebiasaan Baru” di Jakarta, Rabu (15/7).

Sebagai persiapan memasuki ‘fase adaptasi kebiasaan baru’ lomba lari, Jakarta Marathon pun turut berperan serta dalam acara Simulasi Expo Sesuai Protokol Kesehatan bertajuk “Indonesia New ‘NorMICE’ yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Assosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI) di Balai Sidang Jakarta Convention Center, Kamis (16/7). Pada kesempatan ini, Jakarta Marathon turut ambil bagian dengan menggelar simulasi penerapan protokol kesehatan dipenyelenggaraan Race Pack Collection (RPC) bagi para peserta lomba. “Semoga simulasi penerapan protokol kesehatan ‘fase adaptasi kebiasaan baru’ ini dapat menjadi acuan bagi event lari massal lainnya”, harap Ndang Mawardi, CEO Inspiro, Promotor dan Organizer Jakarta Marathon.

Lebih lanjut Ndang menjelaskan, “Dalam waktu dekat, protokol kesehatan dan Standard Operational Procedure (SOP) untuk lomba lari yang disusun oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Kesehatan dan para stakeholder terkait akan segera terbit, sehingga kita berharap lomba-lomba lari dapat kembali bergulir, tetapi upaya memutus mata rantai penyebaran pandemi juga tetap dilakukan”. (Ojan iCFD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *