Jadi Inisiatif Atasi Polusi, Car Free Day Digelar Di Kota-Kota Afrika

AFRIKA (20/3) Infocarfreeday – World Car Free Day dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 22 September. Di seluruh dunia, car free day mendorong orang untuk tidak menggunakan kendaraan dan menggunakan transportasi tidak bermotor, seperti bersepeda, skating atau berjalan kaki.

Negara-negara Afrika seperti Uganda, Ethiopia dan Rwanda telah mengadakan Car Free Day (CFD) setiap sebulan sekali, sebuah inisiatif yang diluncurkan oleh pemerintah mereka untuk mendorong transportasi tidak bermotor dan melawan polusi udara.

CFD juga merupakan kesempatan untuk mempromosikan hidup sehat melalui kegiatan dan olahraga bersama seperti sepak bola, sepatu roda, musik jalanan dan dansa, dll.

Setiap negara mempunyai tujuan yang berbeda dalam pelaksanaan car free day, seperti misalnya di Uganda, car free day mempunyai tema “saya sebagai solusi untuk polusi dan lalu lintas di kota saya”, dan kegiatan ini bertujuan untuk mengadvokasi masyarakat akan bahayanya terlalu mengandalkan mobil sebagai alat transportasi utama, seperti di Kampala dan Jinja, kota kota yang berada di Uganda.

Meskipun banyak wilayah kota tetap terbuka untuk mobil, sebulan sekali pada car free day, beberapa jalur arteri utama ditutup untuk kendaraan bermotor. Lalu lintas keseluruhan pada saat car free day biasanya lebih rendah dibandingkan dengan hari-hari lainnya, ketika kemacetan dari kendaraan bermotor adalah hal biasa di negara ini.

Di Ethiopia, ratusan warga bangun pada waktu subuh untuk berlari dan bersepeda di pusat ibu kota. Bukan hal yang aneh melihat pelari pada jam 4 pagi di car free day akhir pekan. Peningkatan jumlah orang yang mengikuti car free day di Addis Ababa adalah tanda bahwa inisiatif tersebut dapat diikuti secara rutin oleh kota-kota lain juga, seperti Hawassa, Adama, Jimma, Mekelle dan Jigiga.

Di Rwanda, Car free day dimulai sebagai acara bulanan pada tahun 2016 sebagai inisiatif Kota Kigali, tetapi setahun kemudian dilakukan dua minggu sekali, atas rekomendasi Presiden Paul Kagame, saat beliau menjabat pada tahun 2017. Setiap dua kali dalam sebulan, anak-anak dan orang dewasa dari semua lapisan masyarakat biasanya terlihat dalam olahraga lari, bersepeda, jogging dan berolahraga di daerah-daerah di Kigali yang diperuntukkan untuk acara olahraga. 

Meskipun tidak cukup untuk menyelesaikan masalah polusi kota, warga melihat inisiatif ini sebagai titik awal yang baik dan momen satu hari untuk dimanfaatkan.

Ditulis oleh: Rizky iCFD | Sumber: www.unenvironment.org

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *