Keanggotaan BRICS akan meningkatkan status politik dan ekonomi global Ethiopia: Rekan Senior Matthew Ehret – ENA English

Addis Ababa, 16 September/2023 (ENA):-Keanggotaan Ethiopia di BRICS akan meningkatkan kedudukan politik dan ekonomi negara tersebut di kancah internasional, kata Rekan Senior Matthew Ehret kepada ENA.

Sebagai peneliti senior di Universitas Amerika di Moskow, anggota Ethiopia mencatat bahwa hal ini berfungsi sebagai landasan utama dan negara ini mempunyai pengaruh besar karena merupakan pusat Uni Afrika (AU) dan pusat utama realisme pan-Afrika.

Menurutnya, Ethiopia memiliki banyak poin menarik mengenai kemungkinan kerja sama dengan negara-negara BRICS yang sedang berkembang.

“Saya langsung teringat pada perjanjian 17 poin yang ditandatangani antara Uni Emirat Arab dan Ethiopia, anggota baru grup BRICS Plus – setiap poin kerjasama ekonomi, berbagi teknologi, dan administratif sangatlah penting. Langkah-langkah anti-terorisme dan infrastruktur serta pertanian pengembangan. Jadi, Anda memiliki banyak peluang menarik.”

Secara umum, katanya, keanggotaan BRICS Ethiopia akan meningkatkan pengaruh ekonomi dan politiknya di panggung dunia.

“Hal ini akan sangat meningkatkan pengaruh politik dan ekonomi Ethiopia,” tegas rekan senior tersebut.

Ada cara berpikir baru mengenai nilai ekonomi, kepentingan pribadi dan kerja sama, yang diwujudkan oleh BRICS.

Bagi Ehret, kenyataan baru ini berarti bahwa Bank Pembangunan Baru akan menjadi alternatif nyata bagi IMF dan Bank Dunia.

Ia juga percaya bahwa Ethiopia dapat memperoleh manfaat dari negara-negara Barat dan BRICS dengan merumuskan dan menerapkan kebijakan yang efektif, sukses, dan matang.

Mengingat bahwa BRICS mewakili 32 persen PDB dunia, rekanan senior tersebut mengatakan, “Sekarang, melihat anggota tambahan yang akan ditambahkan pada awal tahun depan, BRICS akan meningkat menjadi 37, dengan Ethiopia sebagai landasan utamanya. persen dari produk domestik bruto dunia.”

Keanggotaan Ethiopia dalam BRICS diharapkan dapat lebih meningkatkan dan memperluas hubungan bilateral dan kerja sama Ethiopia yang sudah ada dengan negara-negara anggota BRICS.

READ  Kolonel John C. Robinson's American Corner dibuka kembali di Addis Ababa

“Kita berbicara tentang 50 persen populasi dunia terwakili oleh badan baru ini, dan lebih banyak lagi orang yang berhubungan dengan 11 anggota BRICS – berurusan dengan wilayah dengan kerja sama dan hubungan ekonomi yang lebih erat, dan kemungkinan untuk beralih dari BRICS 11 ke BRICS 11. jumlah yang jauh lebih besar segera menyusul.”

Perluasan BRICS membawa manfaat bersama dan model alternatif yang berkelanjutan bagi banyak negara, tegas Ehret.

Selain itu, seiring dengan tumbuhnya hubungan yang kuat antara sesama anggota senior Ethiopia dan BRICS serta pendatang baru, kedudukan Uni Afrika dan posisi negara tersebut sebagai pusat realisme pan-Afrika semakin meningkatkan pentingnya Uni Afrika dalam blok tersebut.

Ethiopia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Iran, Mesir dan Argentina diundang untuk bergabung dengan BRICS bulan lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *