Ruang Publik Masih Ditutup, Warga Surabaya Rindu Kumpul Di Taman Bungkul

Surabaya (7/11) Infocarfreeday – Meskipun tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Surabaya terus meningkat dan kasus aktif Covid-19 semakin hari semakin berkurang, namun Pemerintah Kota (Pemkot) masih menutup taman-taman dan ruang publik di Surabaya. Salah satunya Taman Bungkul, Darmo Kecamatan Wonokromo Surabaya yang sudah tujuh bulan ini belum dapat diakses warga untuk berolahraga atau sekedar berkumpul bersama melepas penat.

Pemkot Surabaya masih melakukan kajian mendalam terkait potensi penyebaran covid-19 di ruang publik agar tidak muncul klaster baru. Meski sejumlah objek wisata di Surabaya sudah dibuka dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, namun tampaknya Pemkot Surabaya masih sangat berhati-hati untuk kembali membuka taman-taman di Kota Pahlawan, karena khawatir akan mengundang kerumunan massa.

Hal ini terungkap dari pernyataan Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya, Anna Fajriatin, Selasa (3/11), yang menyatakan, taman-taman itu masih ditutup untuk menghindari kerumunan pengunjung. Tunggu sampai benar-benar situasinya kembali normal, tegasnya.

Susan (40), salah seorang warga berharap Taman Bungkul bisa dibuka kembali dalam waktu dekat, agar warga Surabaya bisa menikmati suasana taman kota dengan nyaman. Menurutnya, masyarakat sudah jenuh di rumah terus dan tidak bisa berkunjung ke taman-taman kota untuk menghirup udara segar.

Hingga saat ini Pemkot Surabaya terus mengintensifkan swab test massal. Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara mengungkapkan, seringnya dilakukan tes swab juga berdampak pada tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Surabaya yang terus meningkat. Terbukti per 5 November, jumlah kumulatif kesembuhan mencapai 14.896 kasus. Sementara itu, untuk angka kasus aktif Covid-19 berjumlah 75 orang, terang Febri.

Lebih lanjut Febri mengimbau, meskipun kondisi Surabaya saat ini semakin terkendali, namun tak berarti masyarakat bisa abai protokol kesehatan. “Pakai masker, menjaga jarak, menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PBHS) dan rajin cuci tangan tetap menjadi keharusan,” tandasnya. (Arif iCFD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *