Waspada Begal Sepeda, Ini Tips Buat Goweser

JAKARTA (1/11) Infocarfreeday – Animo warga Ibu Kota untuk bersepeda di masa pandemi terus melonjak. Banyak warga kini beralih pada sepeda untuk berolahraga, maupun untuk menunjang mobilitas sehari-hari, seperti bekerja atau kuliah. Namun sayangnya, di tengah meningkatnya tren bersepeda saat ini, aksi begal sepeda mulai mengintai goweser di Ibu Kota.

Diketahui, sejumlah orang menjadi korban begal saat bersepeda di Jalanan Ibu Kota. Salah satu korban begal ialah artis Anjasmara saat bersepeda di Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Bahkan, anggota TNI berpangkat Kolonel Marinir pun hampir menjadi korban pembegalan saat bersepeda di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat pada Senin lalu, 26 Oktober 2020.

Terkait meningkatnya kasus begal pesepeda di Ibu Kota, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengimbau pesepeda tidak gowes seorang diri. Dalam keterangan kepada media, Jumat (30/10), Syafrin mengatakan, “Kami mengimbau kepada para pesepeda untuk tidak melakukan perjalanan sendiri. Pada pagi hari di mana petugas tidak ada, atau pada malam hari hindari melakukan perjalanan sendiri, lakukan perjalanan secara berkelompok, sehingga bisa saling mengawasi.”

Syafrin menjelaskan, jajarannya selama ini telah melakukan penjagaan, namun hanya di jalur sepeda sepanjang 63 km. Penjagaan dibagi ke dalam 2 shift, pagi jam 06.00 – 14.00 WIB, kemudian shift sore jam 13.00 – 21.00 WIB, ujar Syafrin. Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Ditlantas Polda Metro Jaya dan Satpol PP untuk melakukan patroli bersama.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz menyarankan pemerintah daerah bisa membuat kebijakan yang lebih preventif untuk mengantisipasi hal ini tidak terjadi lagi di masa mendatang. Aziz menyebut hal itu bisa diatasi dengan memperbanyak Close Circuit Television (CCTV).

Pada kesempatan terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, Kamis (29/10) berujar, “Kami imbau pengguna sepeda tolong jaga keamanan diri sendiri dan tak bersepeda di tempat sepi. Jangan bersepeda sendirian, tapi berkelompok, dan jangan memancing pelaku.”

Yusri berpesan agar pesepeda menghindari hal-hal yang memancing pelaku begal saat bersepeda. Hindari bermain handphone saat gowes dan jangan memakai perhiasan, ini dapat mengurangi risiko jadi korban begal, terangnya.

Selama bulan Oktober 2020 sudah ada lebih dari 7 kejadian kasus pembegalan, ungkap Yusri. “Kami sudah membentuk tim khusus untuk memyelidiki dan mengungkap pelaku begal ini. Kami juga sudah siapkan personel patroli dan melakukan pemetaan di lokasi rawan,” tegas Yusri. (Arif iCFD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *