Pedestrian Kebun Raya Bogor Dibuka Kembali Akhir Pekan, Wali Kota Imbau Rapat di Taman

INFOCARFREEDAY (19/10) Ruang Publik – Pemerintah Kota Bogor kembali memperpanjang kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) selama dua pekan ke depan, mulai Rabu (14/10) sampai 27 Oktober mendatang. Perpanjangan penerapan kebijakan PSBMK di Kota Bogor ini merujuk pada Keputusan Wali Kota Bogor Nomor: 900.45-760 Tahun 2020 yang diteken Bima Arya Sugiarto, Selasa (13/10).

Wali Kota Bogor, Bima Arya melalui laman Instagram Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, @dishubkotabogor, Kamis (15/10) mengatakan, di masa perpanjangan PSBMK ini, pedestrian di seputaran Istana dan Kebun Raya Bogor kembali dibuka untuk warga Kota Bogor berolahraga, setelah sebelumnya ditutup untuk segala aktivitas di setiap akhir pekan.

“Pedestrian jalur SSA (Sistem Satu Arah/seputar Istana-Kebun Raya) bisa dipergunakan di akhir pekan, tapi dengan pengawasan ketat Satpol PP. Artinya, betul-betul dimanfaatkan untuk olahraga, bukan berkumpul. Satpol PP nanti akan patroli,” ungkap Bima Arya.

Lebih lanjut Bima menuturkan, di masa perpanjangan PSBMK ini pihaknya juga telah menerbitkan Surat Edaran Wali Kota yang mengatur pembatasan jam kerja, yakni jumlah pegawai yang bekerja dari kantor maksimal 50 persen. Kebijakan ini diambil karena data menunjukan, bahwa perkantoran masih menjadi salah satu klaster penularan cukup tinggi di Kota Bogor. Menurutnya, risiko penularan virus terjadi ketika sirkulasi udara di ruangan kantor kurang berjalan dengan baik. Kondisi ini semakin diperburuk jika ada banyak orang di ruangan itu.

Oleh karenanya, Bima mengimbau perkantoran pemerintahan maupun swasta agar memfungsikan taman-taman kota untuk tempat rapat. Bima menjelaskan, di lingkungan Balai Kota Bogor, untuk rapat dalam waktu lama dengan melibatkan banyak dinas, pihaknya menggelar rapat di luar ruang, seperti di Taman Ekspresi. Bagi kantor pemerintahan maupun swasta yang ingin rapat silahkan gunakan taman manapun, nanti tinggal berkoordinasi saja dengan dinas terkait perihal perizinannya, tukas Bima.

Dalam kesempatan terpisah, Dedie A. Rachim mengungkapkan, pada perpanjangan PSBMK ini, pihaknya juga melakukan relaksasi di sejumlah sektor usaha, antara lain jam operasional makan di tempat untuk cafe, restoran, rumah makan, dan sejenisnya dikembalikan sampai pukul 21:00 WIB. Hal ini juga berlaku untuk kegiatan toko dan pertokoan, pusat perbelanjaan, swalayan, dan retail modern, kecuali apotek dan toko obat.

Selain itu, penerapan PSBMK selama dua pekan ke depan, Pemerintah Kota Bogor juga masih menginstruksikan kepada semua pihak untuk menerapkan protokol kesehatan 3M secara benar, menggunakan masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir. Masyarakat diharapkan untuk selalu menanamkan sikap waspada dan disarankan untuk membatasi kegiatan di luar rumah jika tidak ada keperluan mendesak.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Bogor, yang diunggah pada laman www.covid19.kotabogor.go.id, per Sabtu 17 Oktober 2020 sampai dengan pukul 13:00 WIB, akumulasi jumlah kasus Positif Covid-19 di Kota Bogor sebanyak 1740, dengan perincian 1353 selesai Isolasi/sembuh, masih dalam perawatan/masih sakit 328 pasien, dan kasus meninggal dunia sebanyak 59 orang. (Arif iCFD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *