Hari Ini Kemenparekraf Memulai Rangkaian Sosialisasi CHSE Pada Penyelenggaraan Marathon

KOTA BOGOR (19/10) Infocarfreeday – Ajang lomba marathon selain dapat menggerakkan roda ekonomi daerah, juga terbukti efektif menjadi daya tarik pariwisata. Sayangnya, Pandemi Covid-19 memaksa sejumlah lomba lari marathon di tanah air dibatalkan. Sejumlah persyaratan yang rumit terkait protokol kesehatan membuat event-event lari jalan raya tersebut dibatalkan.

Hal ini lalu mendorong Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama para stakeholder marathon tanah air menyusun panduan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) / (Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan) untuk kegiatan marathon di Indonesia.

Hari ini, Senin (19/10), Kemenparekraf memulai rangkaian sosialisasi protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety and Environmental sustainability (CHSE) pada penyelenggaraan marathon. Acara yang digelar di bilangan Kota Bogor ini, dijadwalkan berlangsung selama dua hari dengan sasaran peserta para stakeholder event marathon tanah air, seperti kementerian, lembaga pemerintah, pemerintah daerah, race organizers, komunitas olahraga lari, akademisi, serta media olahraga dan media wisata.

Direktur Promosi Wisata Minat Khusus Kemenparekraf, Adelia Raung dalam sambutannya mengungkapkan, “Panduan ini merupakan panduan operasional dari Keputusan Menteri Kesehatan tentang Protokol Kesehatan bagi masyarakat yang diturunkan pada pelaksanaan kegiatan marathon.

Sosialisasi CHSE ini menekankan pada penerapan prosedur standar pelaksanaan (SOP) kegiatan marathon dengan aturan teknis spesifik. SOP tersebut disesuaikan dengan panduan yang telah dibuat oleh marathon owners bersama Kemenparekraf, Kemenpora, Kemenkes, PASI serta Konsultasi dengan WMM (World Marathon Majors) sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Lebih lanjut, Adelia mengatakan sosialisasi ini bertujuan untuk menyamakan pemahaman mengenai isi panduan kepada stakeholders marathon. Dengan demikian panduan dapat dijalankan dengan sesuai pada saat pelaksanaan kegiatan nantinya. Adelia berharap melalui kegiatan sosialisasi dan simulasi panduan CHSE ini, stakeholder marathon tanah air dapat memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan protokol kesehatan. Sehingga peserta, panitia dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam kegiatan marathon di Indonesia dapat merasa aman dan nyaman.

Hadir sebagai nara sumber, diantaranya CEO Inspiro Group Ndang Mawardi dan Race Director Jakarta Marathon Riena Tambunan, keduanya berkesempatan mensosialisasikan panduan CHSE kepada peserta kegiatan sore ini.

“Bogor menjadi area sosialisasi CHSE pertama, dimana berikutnya Yogyakarta dan Bali target berikutnya”, ujar Ndang.

Ndang juga menambahkan bahwa bulan depan (November) dijadwalkan digelar Borobudur Marathon dan Jakarta Marathon, dengan konsep berbasis CHSE dan minimalis, semoga berjalan sesuai rencana.

Simulasi lomba marathon secara aktual ini merupakan sarana sosialisasi dan edukasi kepada para stakeholder bahwa kegiatan marathon tetap dapat berlangsung dengan aman dan nyaman di tengah pandemi Covid-19. 

Nah, bagi rekan-rekan organizer yang berminat mendapatkan panduan CHSE secara lengkap, silahkan layangkan email ke infocarfreeday@gmail.com atau melalui whatsapp 0878 8060 2020. (Arif iCFD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *