Pekan Depan, Kemenparekraf Akan Gelar Sosialisasi CHSE Pada Penyelenggaraan Kegiatan Marathon

Jakarta (17/10) Infocarfreeday – Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak medio Maret 2020 lalu telah memukul berbagai sektor ekonomi dan sosial tanah air. Industri pariwisata, khususnya Wisata Olahraga (Sport Tourism) pun harus tersungkur akibat pandemi yang menekan ruang gerak masyarakat akibat tren penyebaran virus yang terus naik. Jika menengok ke belakang, sesungguhnya Indonesia telah sukses menggelar sejumlah event sport tourism, bahkan terbukti mampu mendongkrak roda perekonomian masyarakat, seperti Tour de Singkarak, IronMan 70.3 Bintan, Jakarta Marathon, Bali Marathon dan Borobudur Marathon.

Kedepannya sport tourism diproyeksi akan menjadi salah satu motor penggerak sektor ekonomi di Indonesia. Hal inilah yang membuat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baperakraf) bersama para stakeholder terkait telah menyusun panduan protokol kesehatan di bidang event, diving, paralayang, golf, MICE, arung jeram, pendakian gunung, maraton agar siap dalam upaya membangkitkan sektor parekraf di masa dan pasca pandemi.

Nantinya para penyelenggara kegiatan wisata olahraga diharapkan dapat menjalankan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) / (Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan) sesuai dengan panduan yang telah disiapkan pemerintah untuk menghidupkan kembali sektor sport tourism yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Terkait hal itu, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) c.q. Direktorat Promosi Wisata Minat Khusus Kemenparekraf akan menggelar kegiatan Sosialisasi Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan (CHSE) pada penyelenggaraan kegiatan marathon pada hari Senin–Selasa, 19 – 20 Oktober 2020 mendatang.

Berdasarkan undangan yang diterima redaksi Infocarfreeday, sejumlah stakeholder event marathon tanah air, seperti Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kementerian/lembaga/pemerintah daerah, race organizers/komunitas olahraga lari, akademisi, serta media olahraga/wisata tampak masuk ke dalam daftar undangan sosialisasi CHSE yang akan digelar secara tatap muka di Kota Bogor dan juga secara daring ini.

Susunan acara akan terbagi menjadi dua sesi, yakni Sesi Sosilisasi Panduan Pelaksanaan CHSE pada hari Senin, (19/10) dan Sesi Simulasi Panduan Pelaksanaan CHSE di hari Selasa, (20/10). Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Atep Budiman, Direktur Promosi Wisata Minat Khusus Kemenparekraf, Adelia Raung dan Sekretaris Jenderal Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Tigor Tanjung dijadwalkan akan hadir serta memberikan sambutan dalam acara tersebut.

“Peluang pengembangan sport tourism semakin besar pasca-pandemi nanti, masyarakat akan lebih memilih berolahraga di tempat terbuka, di alam bebas, peluang ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk Indonesia yang alamnya indah,” ungkap Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam sambutannya saat peringatan Hari Olahraga Nasional beberapa waktu lalu.

Untuk itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Wishnutama mengajak masyarakat juga industri untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Terutama dalam menjalankan protokol kesehatan pariwisata berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability) yang menjadi kebutuhan wisatawan dalam era adaptasi kebiasaan baru. (Arif iCFD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *