Kipchoge, Pemegang Rekor Marathon Dunia Pakai Sepatu Ini di London Marathon 2020 Besok

LONDON (3/10) Infocarfreeday – Saat ini, 100 atlet marathon elit dunia sedang bersiap untuk mengikuti London Marathon yang akan berlangsung pada hari Minggu, 4 Oktober 2020 besok. Terkait Pandemi Covid-19, London Marathon 2020 akan merubah format lomba menjadi multi-lap race di Kawasan St James’s Park, London dan hanya diikuti oleh 100 pelari maraton tercepat dunia, baik putra, putri maupun atlet berkursi roda. Para atlet elit dunia ini akan berlari di sirkuit loop tertutup sepanjang 2,15KM, itu artinya mereka harus berlari sebanyak 19,6 putaran melewati Horse Guards Parade, Buckingham Palace, Marlborough House Gardens dan berakhir di The Mall.

Eliud Kipchoge, juara bertahan maraton Olimpiade dan pemegang rekor dunia lari marathon asal Kenya adalah satu dari sejumlah atlet elit yang akan berlaga besok. Kipchoge dikabarkan akan memakai sepatu Nike Air Zoom Alphafly Next% di ajang London Marathon 2020 besok. Nike Air Zoom Alphafly Next% adalah sepatu yang hampir sama dengan yang dia kenakan pada ajang Ineos 1:59 Challenge di Wina, Austria pada Oktober 2019 lalu, ketika dia menjadi orang pertama yang finish maraton dalam waktu kurang dari dua jam, yakni 1:59:40.

Menariknya, Kipchoge juga turut terlibat dalam pembuatan Nike Air Zoom Alphafly Next%. Ia menguji dan membandingkan performa sol baru dengan yang lama kemudian memberikan masukan kepada Nike.

Melansir situs resmi Nike, www.nike.com/running, berikut rangkuman keunggulan spesifikasi Nike Air Zoom Alphafly Next% yang dapat menunjang performa lari atlet marathon, antara lain:
– Flyplate berbahan serat karbon full-foot dan dua pod Zoom Air di bawah kaki bagian depan memberi dorongan pemakai sepatu untuk terus melangkah ke depan.
– Dilengkapi busa ZoomX unik yang sangat responsif dan ringan. Alphafly NEXT% juga memiliki lebih banyak busa, sehingga mampu memberikan tambahan perlindungan dan bantalan pada benturan.
– Bagian atas dibuat dari Atomknit berbahan ringan, dengan penyerapan air minimal dan sirkulasi udara yang tinggi.
– Lebih fleksibel, membuat setiap pelari memiliki sensasi pendorong yang sama, berapa pun ukuran sepatunya.

Patut dinanti, apakah besok Kipchoge akan mampu mematahkan catatan waktu marathon 1:59:40 yang dia ukir tahun lalu di Wina? “Saya akan tetap fokus seperti biasa, karena saya bukan satu-satunya yang berlari 19 lap, kami semua start pada waktu yang sama, jarak yang sama dan menghirup udara yang sama. Itu tidak akan mengganggu fokus saya,” ungkap Eliud Kipchoge seperti dikutip dari www.olympicchannel.com. (Arif iCFD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *