VIRTUAL RUN, Tren Lomba Lari Di Masa Pandemi

INFOCARFREEDAY (25/9) – Pandemi Covid-19 memaksa sejumlah lomba lari jalan raya atau road race dibatalkan. Lomba-lomba lari ternama dunia yang masuk sebagai World Marathon Majors, seperti Boston Marathon, New York Marathon, Chicago Marathon, Berlin Marathon dan Paris Marathon telah membatalkan gelarannya di tahun ini. Begitu pun ajang lomba lari di tanah air yang tak luput dari pembatalan lomba, seperti Borobudur Marathon, Bali Marathon, Bromo Marathon, Bogor Half Marathon, Bandung Marathon, hingga Milo Jakarta International 10K.

Sejumlah persyaratan yang rumit terkait protokol kesehatan membuat event-event lari jalan raya tersebut dibatalkan. “Ada persyaratan-persyaratan terkait protokol kesehatan yang harus dilakukan untuk menggelar event lari di masa pandemi ini,” terang International Tech Official Level 3 PB PASI, Sardjito Malo. Lebih lanjut Malo menuturkan, olahraga pada prinsipnya untuk meningkatkan dan mempertahankan kesehatan. Jangan sampai, perlombaan lari ini justru membuat kesehatan menurun. Itu yang harus dihindari, tandasnya.

Namun bagi para pecinta olahraga lari, pandemi Covid-19 tidak menghalangi mereka untuk tetap bisa mengikuti lomba. Karena dewasa ini telah tersedia lomba lari berbasis teknologi informatika yang akrab disebut, virtual run / lari virtual. Di masa pandemi ini, virtual run menjadi solusi terbaik bagi para pecinta lari juga bagi para penyelenggara event olahraga lari jalan raya. Virtual run dinilai lebih aman karena tidak mempertemukan peserta dalam satu lokasi lomba, sehingga bisa menghindari terjadinya kerumunan yang berpotensi menciptakan klaster penyebaran Covid-19.

Tahapan virtual run sangat sederhana. Para peserta lomba hanya perlu mengunduh aplikasi virtual run di gawai miliknya. Pada periode lomba, peserta berlari sambil mengaktifkan aplikasi yang sebelumnya telah diunduh di gawainya, karena pada aplikasi tersebut ada GPS (Global Positioning System) yang bisa memantau dan merekam jarak tempuh lari peserta. Hal ini memungkinkan virtual run bisa dilakukan secara serentak di mana dan kapan saja selama periode yang telah ditentukan. Masing-masing peserta bisa berlari secara mandiri di treadmill maupun di lingkungan rumah.

Sementara itu, Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Dr. Raden Isnanta, M.Pd., mengatakan virtual run menjawab tema Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2020, yaitu Sport Science. Virtual run telah menjadi solusi bagi masyarakat untuk tetap aktif berolahraga sesuai dengan protokol kesehatan di tengah masa pandemi. “Di tengah kondisi pandemi Covid-19, saya mendorong masyarakat untuk terus berolahraga agar tetap sehat, sekaligus dapat meningkatkan kebugaran, imunitas tubuh dan mematuhi protokol kesehatan. Lomba lari berbasis aplikasi ini diprediksi akan menjadi tren baru di tengah pandemi,” pungkasnya.

Berikut beberapa ajang lomba lari dunia yang memilih beralih ke format virtual run di tahun 2020, yakni Boston Marathon, Chicago Marathon dan New York Marathon. Adapun lomba lari nasional yang beralih format menjadi virtual run di masa pandemi ini di antaranya, Milo Jakarta International 10K, Kartini Run, Bali Marathon dan Bromo Marathon. (Arif iCFD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *