Setelah Zonasi, Jumlah PKL Di CFD Meningkat

JAKARTA (21/11) Infocarfreeday – Pemprov DKI Jakarta sudah membuktikan komitmen nya untuk menjawab keluhan warga yang tidak nyaman beraktifitas karena menjamurnya pedagang kaki lima di kawasan car free day, sepanjang Jalan Sudirman – MH Thamrin.

Ada 3 (tiga) sistem zonasi yang sudah diterapkan sejak 1 November lalu, Zona Kuning merupakan kawasan boleh berdagang di trotoar, lalu Zona Hijau adalah kawasan boleh berdagang dan Zona Merah merupakan kawasan tidak boleh ada PKL yang berdagang.

Untuk zona hijau, ditetapkan ada sembilan lokasi. PKL boleh berdagang di sembilan lokasi ini, baik di trotoar atau di badan jalan. Kesembilan lokasi ini adalah Jalan Karet Pasar Baru Timur, Jalan Galunggung, Jalan Teluk Betung, Jalan Kebon Kacang, Jalan Kendal/Blora, Jalan Sumenep, Jalan Sunda, Jalan Pamekasan dan Jalan Purworejo.

Di zona kuning, pedagang hanya boleh berdagang di trotoar di kawasan Patung Pemuda hingga BNI dan dari Sarinah hingga ke Patung Arjuna Monas.

Zona merah, mulai dari BNI, Bundaran HI hingga ke Sarinah, tidak boleh ada PKL yang berdagang baik di trotoar maupun di badang jalan.

Kadis Koperasi Usaha, UKM dan Perdagangan (KUMKP) DKI Adi Ariantara mengatakan HBKB dilakukan berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Dan ada Pergub Nomor 12 tahun 2016 tentang Pelaksanaan HBKB.

“Apalagi yang di zona merah, tepatnya di Bundaran Hotel Indonesia (HI), itu pedagangnya sangat padat. Kepadatan pedagang ini menjadi permasalahan dan kendala kita, sehingga masyarakat banyak yang komplain,” terang Adi Ariantara.

Kemudian, pihaknya pun merencanakan penertiban dan PKL di kawasan HBKB. Agar masyarakat lebih aman dan nyaman dalam beraktivitas. Sebelum rencana itu dilakukan, pihaknya melakukan pendataan pedagang di HBKB, lalu sosialisasi tertib berdagang serta melakukan monitoring dan pendataan pedagang di zona hijau. Semua kegiatan itu dilakukan mulai dari 25 Juni 2019 hingga 8 September 2019.

Setelah itu, dilakukan penataan PKL di tiga zonasi tersebut mulai dari 3 hingga 10 November 2019. Proses penataan PKL dilakukan bersama-sama dengan Satpol PP DKI, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI dan Dinas Bina Marga.

Dari hasil pendataan pada 23 Juni, jumlah PKL yang berdagang di kawasan Car Free Day mencapai 2.543 PKL. Dengan jenis usaha di antaranya kuliner 1.323 PKL, nonkuliner 1.175 PKL dan jasa lainnya 45 PKL.

Sedangkan saat didata ulang pada 17 November 2019 di kawasan zona hijau dan kuning, jumlah PKL bertambah banyak menjadi 2.959 PKL. Dengan rincian, PKL kuliner sebanyak 1.534 orang, non kuliner 1.392 PKL dan jasa lainnya 33 PKL.

“Dari hasil analisa setelah penataan dan melihat dari tren data pendataan PKL pada 3, 10 dan 17 November 2019, dapat disimpulkan PKL cenderung menumpuk di zona hijau, terutama di Jalan Kebon Kacang dan Jalan Pamekasan, karena merupakan zona yang lebih dekat dengan Bundaran HI. Sedangkan untuk di Jalan Kendal/Blora merupakan zona paling dekat dengan Stasiun Sudirman,” jelas Adi Ariantara. (iCFD / BeritaSatu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *