Tidak Ada Satupun Kegiatan CSR di CFD Jakarta

JAKARTA (8/9/2016) Infocarfreeday – “Dari Senayan sampai Bundaran HI tidak ada satupun kegiatan CSR, semuanya promosi produk”, ini terlontar hari Minggu lalu (4/9) dari Alung warga Jakarta yang rutin beraktifitas di Car Free Day Jakarta.

Berdasarkan dari berita acara sepuluh kegiatan Car Free Day setiap minggu nya yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan setiap hari Selasa, memang diakui minim sekali kegiatan partisipan yang berbentuk CSR. Partisipan yang berasal dari produsen produk, misalnya, lebih memilih berpromosi dengan selling ataupun sampling produk-produknya kepada warga Car Free Day yang mencapai 10 ribu orang setiap minggu nya. Sebuah perusahaan pun seringkali hanya memanfaatkan jalur Sudirman-Thamrin sebagai jalur lintasan untuk kegiatan funrun, funwalk ataupun funbike nya.

Sebagaimana pernah dilansir oleh Kompasiana, Corporate Social Responsibility (CSR) adalah tanggung jawab sosial perusahaan yang terintegrasi dalam sebuah bisnis model. Tujuan utama CSR adalah memberikan dampak positif melalui aktifitas di lingkungan, pelanggan, karyawan, komunitas, pemegang saham, dan masyarakat sipil.

Jika kita memahami benar makna dan tujuan tersebut diatas, Car Free Day yang sudah dikenal sebagai ruang publik nomor satu di ibukota Jakarta ini sangatlah cocok untuk diterapkan konsep CSR, sehingga baik warga dan partisipan Car Free Day memiliki manfaat yang lebih besar dan mendalam, dibanding hanya sekedar menikmati produk yang dipromosikan.

Kita dapat membayangkan jika sebuah perusahaan elektronik, misalnya, membuat kursus singkat memperbaiki gadget. Alhasil positioning perusahaan tersebut pasti akan lebih membuahkan kenangan yang lebih positif di hati warga peserta kursus, dibanding dengan promosi ataupun penjualan produk elektronik tersebut.

Kreatif CSR lainnya, yang tentunya dapat menambah kualitas suatu car free day, misalnya sebuah perusahaan asing mengadakan pojok-pojok berbahasa Inggris atau lebih dikenal dengan English Corner, yang bertujuan melatih berbahasa Inggris dan sekaligus menciptakan keberanian berbahasa asing. Akan sangat menyentuh hati, ketika sang anak usai car free day kembali pulang ke rumahnya dan menceritakan kepada orang tua mereka tentang kepedulian CSR perusahaan yang mengadakannya.

Sampai saat ini jenis kegiatan CSR yang sering dilakukan adalah berbentuk aksi membersihkan sampah. Iya setuju ini adalah kegiatan yang sifatnya memberikan contoh kepada warga sekitar. Tapi apakah hanya cukup sampai disitu saja. Mengapa tidak langsung diadakan sosialisasi lebih, misalnya memilah sampah, mendaur ulang sampah dengan cara singkat. Mari kita upayakan kegiatan yang menyeluruh, dari hulu ke hilir, sehingga tidak berkesan hanya setengah-setengah saja.

Masih banyak sekali kegiatan-kegiatan yang berbentuk CSR, baik bertemakan lingkungan, komunitas, kesehatan dll nya untuk membantu meningkatkan kualitas warga Jakarta dan lebih luas rakyat Indonesia. Mari biasakan generasi muda kita berpikir kreatif out of the box dan jangan membiasakan hanya memikirkan keuntungan satu pihak saja. (Irawan iCFD)

Sumber: InformasiCSR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *